Kiprah Teater Hampa Indonesia dalam FESTAMASIO: Jejak Panjang Menuju Tuan Rumah Nasional
Perjalanan Teater Hampa Indonesia dalam ajang Festival Teater Mahasiswa Nasional (FESTAMASIO) merupakan kisah panjang tentang proses, kegigihan, dan konsistensi dalam berkarya di panggung teater mahasiswa Indonesia. Dari tidak berpartisipasi di awal penyelenggaraan hingga akhirnya dipercaya menjadi tuan rumah, perjalanan ini menjadi bukti bahwa setiap proses memiliki makna penting.
Pada FESTAMASIO I tahun 2001 di Samarinda dan FESTAMASIO II tahun 2003 di Makassar, Teater Hampa Indonesia belum turut ambil bagian. Keikutsertaan baru dimulai pada FESTAMASIO III tahun 2005 di Yogyakarta. Dalam debutnya, Teater Hampa Indonesia berhasil lolos kurasi dan mementaskan naskah Pintu Tertutup karya Jean-Paul Sartre, yang menjadi tonggak awal kehadiran mereka di FESTAMASIO.
Memasuki FESTAMASIO IV tahun 2009 di Jakarta, festival mulai mewajibkan penggunaan naskah karya anggota sendiri. Teater Hampa Indonesia mengikuti kurasi dengan naskah HAM, Di Mana Kamu? karya Abdul Mukhid, namun belum berhasil lolos. Tantangan berlanjut pada FESTAMASIO V tahun 2011 di Palembang. Meski berhasil lolos kurasi melalui naskah WOT karya Johnny Suhermanto, mereka tidak dapat berangkat karena kendala finansial.
Kebangkitan kembali terlihat pada FESTAMASIO VI tahun 2013 di Surabaya. Dalam edisi ini, Teater Hampa Indonesia sukses lolos dan mementaskan naskah Semar Sowan Bumi karya Giati Anisah. Perjalanan berlanjut pada FESTAMASIO VII tahun 2015 di Bandung dengan naskah Dasar Anjing karya Fiyan Faqih, meski belum berhasil lolos kurasi.
Dua tahun berselang, pada FESTAMASIO VIII tahun 2017 di Makassar, Teater Hampa Indonesia kembali menunjukkan eksistensinya dengan lolos kurasi dan pentas melalui naskah Kecoa Laki-Laki karya Dwi Wulandari. Namun pada FESTAMASIO IX tahun 2019 di Medan dengan naskah Kudnat karya Abdiyana Ihsan dan FESTAMASIO X tahun 2022 di Banten melalui naskah Bila Ku Menari dan Mati di Tangan Tuanku karya Efvantisafa, mereka kembali belum berhasil lolos.
Konsistensi tersebut akhirnya kembali membuahkan hasil pada FESTAMASIO XI tahun 2024 di Jatinangor. Melalui naskah Siasat Boneka-Boneka Malang karya Irfan Rafli, Teater Hampa Indonesia berhasil lolos kurasi dan tampil di panggung FESTAMASIO. Pada momentum inilah, dalam forum rembug FESTAMASIO XI, Teater Hampa Indonesia dipercaya sebagai tuan rumah untuk penyelenggaraan FESTAMASIO edisi ke-12.
Kepercayaan tersebut kemudian diwujudkan pada FESTAMASIO XII tahun 2026 yang akan digelar di Malang, bertempat di Universitas Negeri Malang. Penunjukan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan panjang Teater Hampa Indonesia, sekaligus bentuk pengakuan atas dedikasi dan konsistensi mereka dalam dunia teater mahasiswa.
Dari perjalanan yang penuh dinamika—mulai dari tidak ikut, gagal kurasi, hingga akhirnya menjadi tuan rumah—Teater Hampa Indonesia menunjukkan bahwa proses adalah fondasi utama dalam berkesenian. FESTAMASIO bukan sekadar panggung pertunjukan, tetapi ruang belajar, bertumbuh, dan memperkuat jejaring teater mahasiswa di Indonesia.
Kini, sebagai tuan rumah FESTAMASIO XII, Teater Hampa Indonesia berada pada titik penting dalam sejarah perjalanannya. Tidak hanya menjadi penyelenggara, tetapi juga menjadi simpul pertemuan gagasan, estetika, dan semangat kolektif teater mahasiswa dari seluruh Indonesia.
Jejak Panjang Seperempat Abad FESTAMASIO
- FESTAMASIO I – 2001, Samarinda(Teater Yupa – Universitas Mulawarman)
- FESTAMASIO II – 2003, Makassar(Teater Kampus Unhas – Universitas Hasanuddin)
- FESTAMASIO III – 2005, Yogyakarta(Teater Gadjah Mada – Universitas Gadjah Mada)
- FESTAMASIO IV – 2009, Jakarta(Teater Syahid – Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah)
- FESTAMASIO V – 2011, Palembang(Teater Gabi – Universitas Sriwijaya)
- FESTAMASIO VI – 2013, Surabaya(Teater Tiyang Alit – Institut Teknologi Sepuluh Nopember)
- FESTAMASIO VII – 2015, Bandung(Teater Lakon – Universitas Pendidikan Indonesia)
- FESTAMASIO VIII – 2017, Makassar(Teater Titik Dua – Universitas Negeri Makassar)
- FESTAMASIO IX – 2019, Medan(Teater Sisi – Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara)
- FESTAMASIO X – 2022, Banten(Teater Kafe Ide – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa)
- FESTAMASIO XI – 2024, Jatinangor(GSSTF – Universitas Padjadjaran)
- FESTAMASIO XII – 2026, Malang(Teater Hampa Indonesia – Universitas Negeri Malang)
Comments
Post a Comment