FESTAMASIO XII MALANG RESMI DITUTUP


Malang, 26 April 2026 — Gelaran Festival Teater Mahasiswa Nasional (FESTAMASIO) XII resmi berakhir pada Sabtu malam, 25 April 2026. Perhelatan akbar yang berlangsung sejak 19 April 2026 ini digelar di Universitas Negeri Malang dan menutup rangkaian kegiatan sepekan penuh yang sarat makna, kreativitas, serta kolaborasi antar komunitas teater mahasiswa dari seluruh Indonesia.

Sejak hari pertama, suasana hangat sudah terasa melalui penyambutan peserta dan ramah tamah. Kegiatan berlanjut dengan pembukaan resmi, technical meeting, hingga orientasi panggung yang menjadi bekal penting bagi seluruh peserta sebelum tampil. Sepanjang festival, sebanyak 10 komunitas teater terbaik menampilkan karya-karya mereka dalam pementasan yang memukau. Selain itu, peserta juga mengikuti kegiatan field trip sebagai bagian dari rangkaian untuk merajut kebersamaan antar komunitas.

Tak hanya pementasan, FESTAMASIO XII juga menghadirkan berbagai workshop yang memperkaya wawasan peserta, meliputi penyutradaraan oleh Iswadi Pratama, keaktoran oleh Musthofa Kamal, serta manajemen produksi pementasan oleh Aik Vela Pratisca. Ketiganya juga berperan sebagai dewan juri dalam gelaran FESTAMASIO XII, sehingga materi yang disampaikan memiliki kedalaman sekaligus relevansi dengan praktik pementasan.

Sebagai tuan rumah sekaligus panitia pelaksana, Teater Hampa Indonesia berhasil mengorganisasi seluruh rangkaian kegiatan dengan baik. Ketua pelaksana, Achmad Shodikin, dalam kesempatan penutupan menyampaikan rasa terima kasih, syukur, haru, dan bangganya atas terselenggaranya kegiatan ini dengan lancar. Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi, mulai dari panitia, peserta, sponsorship, media partner hingga pendukung acara.

Malam penganugerahan yang paling dinanti berlangsung meriah. Visualisasi panggung serta penampilan para pengisi acara mampu memanjakan seluruh peserta dan penonton. Pada momen penutupan tersebut, juga dilaksanakan pemotongan tumpeng Dies Natalis ke-37 Teater Hampa Indonesia, yang berdiri sejak 24 April 1989.

Adapun para pemenang dalam FESTAMASIO XII adalah sebagai berikut:

  • Naskah Terbaik: Kampung Sepuh – Kisah Tanah yang Berbicara karya M. Bangkit Sanjaya (Teater Patri Universitas Pamulang)
  • Penata Rias dan Kostum Terbaik: Teater Gabi ’91 Universitas Sriwijaya
  • Penata Musik Terbaik: Teater Titik Dua – UKM Seni Universitas Negeri Makassar
  • Penata Artistik Terbaik: Teater Kampus Universitas Hasanuddin
  • Penata Cahaya Terbaik: Teater Yupa Universitas Mulawarman
  • Aktor Pendamping Terbaik: M. Ramadhan Lubis sebagai Bubu dalam Mayapada (Negeri yang Akan Hilang) (Teater Sisi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara)
  • Aktor Terbaik: Darma Eka Paksi sebagai Ketua Adat dalam Kampung Sepuh – Kisah Tanah yang Berbicara (Teater Patri Universitas Pamulang)
  • Aktris Pendamping Terbaik: Bry Hesti Juliana sebagai Mak Ijah dalam Wehea (?) (Teater Yupa Universitas Mulawarman)
  • Aktris Terbaik: Feby Febriana Hidayat sebagai Randa dalam Wehea (?) (Teater Yupa Universitas Mulawarman)
  • Sutradara Terbaik: Lucky Pasha Herzena (Teater Patri Universitas Pamulang)

Tiga Penyaji Terbaik:

  1. Teater Patri Universitas Pamulang
  2. Teater Kampus Universitas Hasanuddin
  3. Teater Kafe Ide Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Pada penutupan tersebut, tongkat estafet penyelenggaraan FESTAMASIO selanjutnya secara resmi diserahkan kepada Sanggar Titian Barantai Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjary. Dengan demikian, FESTAMASIO XIII direncanakan akan digelar di Banjarmasin dua tahun mendatang.

Menariknya, keberhasilan Teater Hampa Indonesia sebagai tuan rumah FESTAMASIO XII menambah deretan komunitas teater mahasiswa yang pernah menyelenggarakan dua ajang nasional, yakni Festival Teater Mahasiswa Nasional (FESTAMASIO) dan Festival Monolog Mahasiswa Nasional (STIGMA). Bersama Teater Kampus Universitas Hasanuddin, Teater Yupa Universitas Mulawarman, GSSTF Universitas Padjadjaran, dan Teater Gabi ’91 Universitas Sriwijaya, Teater Hampa Indonesia Universitas Negeri Malang tercatat dalam barisan komunitas yang memiliki rekam jejak penting dalam sejarah pergerakan teater mahasiswa nasional.

Adapun catatan tersebut adalah:

  • Teater Kampus Universitas Hasanuddin
    → FESTAMASIO II (2003, Makassar)
    → STIGMA I (2009, Makassar)
  • Teater Yupa Universitas Mulawarman
    → FESTAMASIO I (2001, Samarinda)
    → STIGMA II (2011, Samarinda)
  • GSSTF Universitas Padjadjaran
    → FESTAMASIO XI (2024, Sumedang)
    → STIGMA III (2013, Sumedang)
  • Teater Gabi ’91 Universitas Sriwijaya
    → FESTAMASIO V (2011, Palembang)
    → STIGMA IV (2015, Palembang)
  • Teater Hampa Indonesia Universitas Negeri Malang
    → FESTAMASIO XII (2026, Malang)
    → STIGMA V (2018, Malang)

Berakhirnya FESTAMASIO XII bukanlah akhir, melainkan jembatan bagi teater mahasiswa Indonesia untuk terus tumbuh, berjejaring, dan berkarya lebih luas lagi di masa depan.

Comments

Popular posts from this blog

Teater Hampa Indonesia Siap Menyambut Komunitas Teater Mahasiswa Se-Indonesia di FESTAMASIO XII

PGRI Cabang Panji Kukuhkan Pengurus Baru, Suasana Halal Bihalal Penuh Keakraban